Pemupukan menurut pengertian khusus ialah pemberian bahan yang dimaksudkan untuk menyediakan hara bagi tanaman. Umumnya pupuk diberikan dalam bentuk padat atau cair melalui tanah dan diserap oleh akar tanaman. Namun pupuk dapat juga diberikan lewat permukaan tanaman, terutama daun. (wikipedia).
Begitu juga halnya pemupukan tanaman sawit, tentu saja pemupukan sangat diperlukan, hal ini akan berhubungan langsung dengan perkembangan dan produksi dari tanaman sawit itu sendiri, untuk mendapatkan produksi tanaman sawit yang optimal maka di perlukan pemupukan yang teratur.
Berdasarkan pengalaman saya selama bekerja di perkebunan kelapa sawit maka pemupukan itu sendiri dapat dilakukan secara manual menggunakan tenaga manusia secara langsung maupun mekanis yaitu dengan bantuan alat mesin pertanian seperti traktor dan spinner.
Sebelum melakukan proses pemupukan tentu saja kita perlu membuat sebuah rencana kerja terlebih dahulu sesuai dengan RKB (Rencana Kerja Bulanan), seperti contoh:
- Rencana Pemupukan Lokasi atau Blok yang akan dipupuk, Jumlah kebutuhan pupuk (Dosis pupuk ditentukan berdasarkan umur tanaman, hasil analisa daun, jenis tanah, produksi tanaman, hasil percobaan dan kondisi visual tanaman.). Penyedian Kendaraan angkut.
- Alat yang digunakan Tergantung situasi lapangan
- Waktu dan Pelaksanaan Disesuaikan dengan Jadwal Pemupukan dan kondisi piringan pohon sawit wajib sudah bersih!.
Berikut ini adalah dosis pemupukan yang dianjurkan untuk Sawit TBM dan TM.
Dosis Pemupukan Sawit TBM
Standar Dosis Pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Pada Tanah Gambut :Umur (Bulan)* | Dosis Pupuk (gram/pohon) | |||||
Urea | Rock Phosphate | MOP(KCl) | Dolomit | HGF-B | CuSO4 | |
Lubang tanaman | - | - | - | - | - | 25 |
3 | 100 | 150 | 200 | 100 | - | - |
6 | 150 | 150 | 250 | 100 | - | - |
9 | 150 | 200 | 250 | 150 | 25 | - |
12 | 200 | 300 | 300 | 150 | - | - |
16 | 250 | 300 | 300 | 200 | 25 | - |
20 | 300 | 300 | 350 | 250 | - | - |
24 | 350 | 300 | 350 | 300 | 50 | - |
28 | 350 | 450 | 450 | 350 | 50 | - |
32 | 450 | 450 | 500 | 350 | - | - |
*) Setelah tanam di lapangan source: www.pupuksawit.info |
Standar Dosis Pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Pada Tanah MineralUmur (Bulan)* | Dosis Pupuk (gram/pohon) | |||||
Urea | TSP | MOP(KCl) | Kieserite | HGF-B | Rock Phosphate | |
Lubang tanaman | - | - | - | - | - | 500 |
1 | 100 | - | - | - | - | - |
3 | 250 | 100 | 150 | 100 | - | - |
5 | 250 | 100 | 150 | 100 | - | - |
8 | 250 | 200 | 350 | 250 | 20 | - |
12 | 500 | 200 | 350 | 250 | - | - |
16 | 500 | 200 | 500 | 500 | 30 | - |
20 | 500 | 200 | 500 | 500 | - | - |
24 | 500 | 200 | 750 | 500 | 50 | - |
28 | 750 | 300 | 1.000 | 750 | - | - |
32 | 750 | 300 | 1.000 | 750 | - | - |
*) Setelah tanam di lapangan source: www.pupuksawit.info |
Dosis Pemupukan Sawit TM
Standar Dosis Pemupukan Tanaman Menghasilkan ( TM )
Pada Tanah Gambut :
Kelompok Umur (Tahun) | Dosis Pupuk (kg/pohon/tahun) | |||||
Urea | Rock Phosphate | MOP(KCl) | Dolomit | Jumlah | ||
3 – 8 | 2,00 | 1,75 | 1,50 | 1,50 | 6,75 | |
9 – 13 | 2,50 | 2,75 | 2,25 | 2,00 | 9,50 | |
14 – 20 | 1,50 | 2,25 | 2,00 | 2,00 | 8,00 | |
21 – 25 | 1,50 | 1,50 | 1,25 | 1,50 | 5,75 | |
source: www.pupuksawit.info |
Standar Dosis Pemupukan Tanaman Menghasilkan (T M )
Pada Tanah Mineral :
Kelompok Umur (Tahun) | Dosis Pupuk (gram/pohon) | |||||
Urea | SP-36 | MOP (KCl) | Kieserite | Jumlah | ||
3 – 8 | 2,00 | 1,50 | 1,50 | 1,00 | 6,00 | |
9 – 13 | 2,75 | 2,25 | 2,25 | 1,50 | 8,75 | |
14 – 20 | 2,50 | 2,00 | 2,00 | 1,50 | 7,75 | |
21 – 25 | 1,75 | 1,25 | 1,25 | 1,00 | 5,25 | |
source: www.pupuksawit.info |
- Sistem pemupukan dilakukan per jenis pupuk dan tidak dianjurkan mencampur pupuk terlebih dahulu.
- Pupuk Urea, MOP (KCL) dan Kieserite, waktu penaburannya boleh berurutan.
- Pupuk Rock Posphate/TSP dihindari agar tidak bercampur dengan pupuk diatas, dengan cara pemupukan Rock Posphate/TSP dilaksanakan sesudah pemupukan diatas.
Beberapa tanda atau gejala yang terlihat jika tanaman sawit kekurangan unsur hara:
Kekurangan Unsur N:
Daun menguning, warna pucat terutama pada daun yang tua, daun muda tetap hijau .Kekurangan Unsur P:
Jarang bisa dilihat langsung secara jelas, bila sudah terjadi dalam waktu yang lama. Ukuran daun makin lama mengecil dan pertumbuhan tanaman kerdil. Bila ada vegetasi rumput/lalang, tulang daunnya berwarna keunguan.Kekurangan Unsur K:
Daun – daun tua menguning mulai dari ujungnya disertai bercak-bercak warna orange.Kekurangan Unsur Mg:
Jelas terlihat pada daun terutama yang terkena sinar matahari langsung. Warnanya menguning kemudian mengering dimulai dari pinggir helai daun terutama pada daun tua, jumlahnya terkadang sampai 1 lingkaran (8 daun).Kekurangan Unsur S:
Kebalikan dan kekurangan N. Pada kekurangan S yang menguning pucat adalah daun-daun muda sampai sebanyak 1-2 putaran daun (8-16 pelepah).Kekurangan Unsur B:
Daun muda tumbuhnya tidak normal seperti melingkar, ujung anak daun membentuk seperti kait atau menggulung, anak daun pada ujung pelepah seperti jarum.Demikianlah artikel mengenai Dosis Pemupukan TBM dan TM Kebun Sawit, semoga ada manfaatnya ya, dan saya sangat senang jika sobat dapat berkomentar atau memberi masukan mengenai toturial diatas. Jika ada sobat Blogger yang ingin berdiskusi seputar Postingan ini atau Postingan tentang Dunia Kebun Sawit, silahkan tinggalkan komentar sobat di kolom komentar blog ini. saya akan sangat senang meresponnya, terimakasih salam Antoncabon.
"Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!