Softwere Get HWID


DOWNLOAD
- "Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!
 

PERENCANAAN PERBAIKAN DAN PERAWATAN UNIT DI KEBUN

 PERAWATAN UNIT KEBUN


PENDAHULUAN
Unit alat berat, kendaraan, dan mesin-mesin stasioner yang ada di kebun adalah sarana penunjang operasional kebun. Sebagai barang modal unit-unit tersebut perlu dirawat dan diperbaiki secara terencana. Setiap komponen alat mempunyai umur pakai yang berbeda tergantung pada kondisi operasi, cara pengoperasian dan cara perawatan. Perbaikan yang tidak terencana akan menimbulkan biaya yang mahal dan kerugian akibat terganggunya operasional kebun yang tidak bias diantisipasi sebelumnya.
Perencanaan perawatan unit memerlukan koordinasi antara bagian Workshop,Logistik, dan Lapangan (Tanaman) dalam setiap pelaksanaan perawatan unit. Bagian logistic memerlukan waktu untuk melakukan pembelian dan pengiriman barang. Berdasarkan pengalaman sejak awal tahun ini bahwa :
1. Unit sering rusak dan standby dalam wakyu yang relative lama yang diakibatkan oleh kurangnya koordinasi antara workshop dengan bagian Logistik serta tidak ada control yang baik secara administrative untuk mengetahui historis/sejarah perawatan unit, keperluan bahan pembantu, keperluan sparepart, dan lain-lain secara efektif.
2. Kunci-kunci dan peralatan sering tidak tersedia di bengkel, tetapi dipinjam bagian lain,disimpan dirumah dan sebagainya.
3. Pengambilan sparepart dari unit lain atau yang dikenal dengan istilah “kanibal”
Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas, perencanaan perawatan harus dibuat untuk meminimalkan terjadinya pekerjaan perbaikan unit yang tidak terencana, meningkatkan koordinasi dengan bagian logistic dan operasional. Disamping itu, perencanaan perbaikan dan pemeliharaan berfungsi untuk :
a. Mengatur strategi pemeliharaan
b. Mengetahui perkiraan biaya
c. Pengontrolan Biaya
d. Pengadaan Sparepart
e. Pengadaan kunci-kunci dan peralatan
f. Pengadaan barang-barang pembantu
g. Menghitung keperluan tenaga Mekanik
 
PERENCANAAN PERBAIKAN UNIT
Untuk membuat perencanaa yang dapat memperkecil pekerjaan perbaikan unit yang tidak terencana diperlukan data :
a. Kondisi Unit
b. Sejarah/historis perbaikan
c. Jam Operasi Unit
d. Kebijakan Pemeliharaan (Umur Pakai Komponen)
Kondisi Unit
Kondisi unit harus diketahui sebagai dasar dalam menentukan rencana pemeliharaan kedepan. Harus dibuat kesimpulan secara teknis apakah unit masih layak untuk dioperasikan atau tidak, jika layak apa perlu perbaikan atau tidak.
Sejarah/Historis Perbaikan
Perbaikan dan perawatan setiap unit harus tercatat dengan baik untuk mengetahui sejarah perbaikan unit yang meliputi Km/HM, tanggal , umur pakai, penyebab kerusakan, dan lain-lain.
Jam Operasi Unit
Jam operasi (HM/Km), digunakan sebagai dasar untuk menentukan tanggal atau jatuh tempo perencanaan perbaikan kedepan. Data jam operasi yang benar disesuaikan beban kerja unit dilapangan.
Kebijakan Pemeliharaan (umur unit dan Komponen)
Kebijakan umur pakai unit dan komponen akan dijadikan dasar dalam perencanaan pemeliharaan harus dianalisa berdasarkan : kondisi medan operasi, cara pengoperasian, dan cara perawatan. Sebagai contoh penggantian/pembersihan filter udara untuk mobil berbahan bakar diesel mungkin dilaksanakan lebih sering, karena medan operasi adalah jalan tanah dan kondisi cuaca musim kering.
Langkah-langkah yang harus dilaksanakan untuk mendukung keberhasilan perencanaan perbaikan dan pemeliharaan unit :
a. Pemeliharaan sesuai dengan standar
b. Melaksanakan program inspeksi
c. Memonitor pemakaian unit yang tidak benar
d. Membuat sejarah unit dengan baik
e. Memonitor kinerja unit
f. Melakukan analysis teknik atas kerusakan yang terjadi
g. Melakukan analys biaya pemeliharaan.

MONITORING UNIT
Inspeksi harian
- Untuk alat berat, mesin-mesin stationer, dan kendaraan-kendaraan ringan (jeep) . Inspeksi Harian dilakukan oleh operator dibawah pengawasan mekanik, mekanikharus memeriksa dan memastikan bahwa inspeksi harian yang dibebankan kepada operator atau supir tersebut selalu dilaksanakan dengan memeriksa laporan dan/atau melakukan inspeksi teknis.
- Sedangkan untuk kendaraan operasional lain seperti Light Truck, DumpTruck harus diperiksa oleh mekanik untuk mengetahui layak operasi atau tidaknya kendaraan tersebut.
- Item yang diperiksa setiap hari sebelum beroperasi sesuai dengan buku petunjuk perawatan untuk setiap tipe unit/kendaraan/mesin-mesin.
- Format Pemeriksaan harian sesuai form. Apabila unit tersebut tidak layak operasi, harus segera dilaporkan kepada Chief Mekanik/Asisten Teknik untuk segera diperbaiki.
- Untuk alat berat dan mesin-mesin stasioner , mekanik harus melakukan inspeksi teknis dalam waktu periode tertentu dengan menggunakan Form.
- Operator /supir/mekanik yang melakukan pemeriksaan harus menyimpan lembaran pemeriksaan harian. Di kantor Workshop/bengkel untuk setiap unit setiap bulan.
Perawatan Berkala (Periodical Service)
- Perawatan berkala dilakukan sesuai dengan pembacaan HM/Km unit sebagaimana buku petunjuk perawatan unit.
- Agar perawatan berkala berjalan dengan semestinya Asisten Teknik/Chief Mekanik harus segera membuat rencana pemeliharaan/perbaikan yang disusun sebaik mungkin agar bahan-bahan pembantu dan sparepart yang harus diganti tersedia pada waktunya dalam jumlah yang cukup dan lengkap.
- Format untuk menyusun keperluan perencaanaan pemeliharaan serta kebutuhan part dan lain-lain sesuai form. Yang salinannya disampaikan ke DPP dan Manager Keuangan/Kabag Logistik kantor pusat.
- Asisten teknik/chief mekanik harus selalu melakukan koordinasi dengan bagian logistic untuk memastikan tersedianya bahan-bahan pembantu dan sparepart.


Laporan Perawatan Unit
Asisten teknik/Chief Mekanik harus membuat detail laporan perawatan unit kepada EM yang diantaranya memuat tentang sejauh mana unit tersebut sudah diperbaiki, bagaimana kondisi setelah diperbaiki, dan seberapa sering unit tersebut telah diperbaiki dengan menggunakan form.
Laporan Operasional unit
Setiap unit harus dibuat laporan operasionalnya dalam waktu periode tertentu (bulanan) untuk memenuhi untuk kerja unit yang selanjutnya dapat dilakukan analisis apakah unit tersebut masih layak operasi atau tidak.


PROSEDUR PERBAIKAN UNIT PENGGANTIAN PART
Prosedur perbaikan dan penggantian part adalah sebagaimana diagram alur dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Setiap pengguna/pemakai harus mengajukan permohonan perbaikan kepada workshop menggunakan form.
2. Mekanik Kepala (Asisten Teknik) membuat surat penguasaan kepada seorang atau beberapa mekanik untuk melakukan perbaikan. Surat Perintah atau penugasan dapat langsung dibuat oleh asisten teknik jika pada waktu Inspeksi Teknis sesuai dengan rekomendasi mekanik(pelaksana inspeksi) unit tidak layak operasi dan harus diperbaiki.
3. Untuk perawatan berkala surat penugasan kepada mekanik dilampiri dengan Chief list sebagaiman form untukfarm tractor, dan mesin-mesin stationer lain untuk unit Bulldozer, Motor Grader dan komponen yang diperiksa disesuaikan dengan buku petunjuk perawatan masing-masing jenis unit.
4. JIka harus dilakukan penggantian sparepart maka mekanik harus membuat pengajuan permohonan Permintaan barang (Bon Permintaan Barang) diketahui oleh Asisten Teknik/Kepala Mekanik.
5. Barang dapat dikeluarkan oleh bagian logistic jika sudah diketahui oleh chief mekanik,sedangkan untuk Estate yang belum ada Chief Mekanik disetujui EM.
6. Setiap barang atau sparepart yang diganti harus dikembalikan ke logistic dan bagian logistic membukukan kartu stock barang bekas. Barang-barang bekas dapat dihancurkan atau dimusnahkan atau diputihkan atas persetujuan bersama Kabag/Manager Accounting, Estate Manager, dan Chief Mekanik dengan membuat berita Acara.
7. Historis /sejarah perbaikan unit harus dicatat dan diarsipkan perunit dan dibuatkan sebagaimana form.
8. Setelah pelaksanaan perbaikan Chief Mekanik/Asisten Mekanik dan/atau mekanik melakukan pengujian untuk mengetahui kondisi unit setelah diperbaiki. Jika kondisinya sudah baik dan layak operasi diserahkan kepada pengguna atau pemakai , pengguna menanda tangani form, untuk menyatakan mengetahui telah diperbaiki dan juga telah dilakukan penggantian part (jika ada) sesuai dengan yang tercantum di dalam form tersebut.
9. Pada kondisi dimana Chief Mekanik/Asisten Teknik Workshop belum ada, maka tugas dan tanggungjawab Chief Mekanik/Asisten Teknik Workshop dilaksanakan oleh Asisten Kepala.
Format Administrasi Workshop :












Semoga berguna untuk semua. Salam TEMPOYAK  "Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!
 

SURVEY LAHAN


SURVEY BLOCK



  "Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!
 

Parit 1x1 m (Parit Cacing/Field Drain)

SPESIFIKASI PARIT CACING (FIELD DRAIN)


Deskripsi Kegiatan :
Parit Cacing (Field Drain) adalah saluran/parit dalam blok tanaman sawit dengan ukuran lebar 1 meter dan kedalaman 1 meter (parit 1x1) dengan maksud dan tujuan sebagai saluran pembuangan air dalam blok tanaman sehingga tidak menimbulkan genangan dalam blok tanaman sawit di areal rendahan (rawa/gambut) .


1. Persyaratan Peralatan Kerja
Pembuatan parit cacing atau field drain menggunakan alat excavator PC 100.


2. Teknis Pelaksanaan.
a. Pekerjaan pembuatan pancang as saluran yang akan dibuat.
Pancang as saluran merupakan pancang/patok yang menjadi acuan/arahan kerja operator yang dibuat pada sepanjang jalan-jalan koleksi dalam pekerjaan buat parit. Alat kerja yang digunakan Kompas SUUNTO , meteran 50 meter atau tali slink.
b. Saluran/parit cacing (field drain) dengan ukuran lebar 1 meter dan kedalaman 1 meter.
c. Menentukan lokasi blok yang akan dibuat parit/saluran 1x1 dengan kategori pembuatan 1:4 atau 1:8 dan sehingga agar kerja alat berurutan tidak jauh saat perpindahan.
d. Pembuatan parit cacing dibuat diarea jalur pasar mati (jalur rumpuk).
e. Pada bagian sisi dalam blok tanaman sawit saluran parit field drain dibuat tembus menuju saluran parit koleksi (collection drain)
f. Tanah galian diratakan, agar tidak longsor/jatuh kembali ke parit yang dibuat.




"Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!
 

STACKING (Rumpuk Mekanis)


SPESIFIKASI TEKNIS RUMPUK MEKANIS

DESKRIPSI KEGIATAN
Stacking (Rumpuk Mekanis) adalah bagian dari urutan pelaksanaan pekerjaan Land Clearing (LC) setelah pekerjaan imas tebang dilakukan, dengan maksud mengumpulkan , memotong, mencabut tunggul dan lain-lain dengan menggunakan alat berat Excavator, Bulldozer atau manual atau sejenisnya.
Kategori Lahan :
a. Rumpuk Mekanis Lahan Rendahan (rawa) menggunakan excavator
b. Rumpuk Meknis Lahan Kering (darat) menggunakan bulldozer


Lingkup pekerjaan :
1. Persyaratan alat kerja.

a. Excavator PC 200 atau PC 100 atau alat sejenisnya dengan menggunakan bucket atau grapple yang berfungsi untuk mengumpulkan , memotong , mencabut tunggul dan lain-lain diantara dua jalur as stacking yang didalamnya terdapat 2 jalur atau 4 jalur /baris tanaman dengan jarak 15.56 meter (dua Jalur tanaman/ 1:2 antara 2 as jalur rumpuk) atau untuk jarak 31.13 meter ( 4 jalur tanaman/1:4 antara 2 as jalur rumpuk).


2. Teknis Pelaksanaan Pekerjaan

a. Pekerjaan pembuatan pancang as stacking.
Pancang as stacking merupakan pancang/patok yang menjadi acuan/arahan kerja operator yang dibuat pada sepanjang jalan-jalan koleksi dengan jarak antar pancang 15.56 meter (2 as jalur rumpuk) dengan arah tegak lurus dengan arah jalan produksi. Alat kerja yang digunakan Kompas SUUNTO , meteran 50 meter atau tali slink.
b. Unit PC 100 atau PC 200 dengan menggunakan bucket atau grapple melakukan kegiatan stacking/merumpuk dengan spesifikasi sebagai berikut :
- Kepala atau ekor jalur rumpukan yang berbatasn langsung dengan jalan atau parit diberi jarak 2-3 meter.
- Jalur Rumpukan disusun dengan rapi dan lurus, susunan kayu/ranting atau sampah tanaman disusun sejajar dengan arah jalur rumpukan.
- Jalur rumpukan disusun dengan rapat/padat dengan cara ditekan dengan bucket atau grapple sehingga ketinggian tidak melebihi 1 meter (≤ 1.00 meter) dan lebar 2-4 meter tidak menggangu jalur tanam.
- Jalur rumpukan harus bersih dari tunggul, akar-akaran, anak kayu atau tidak mengganggu jalur tanam (kecuali tunggul ≥ 30 cm akan dilakukan pekerjaan potong tunggul/pekerjaan cincang rumpuk dengan menggunakan chainsaw.
- Pada jalur rumpukan yang dekat kearah parit dipasang kayu log sebagai jembatan penyebrangan (titi pikul)
- Jalur rumpukan berada di jalur mati
- Lebar rumpukan dibuat selebar 2 s/d 4 meter as
- Tidak melakukan kegiatan pembakaran lahan (ZERRO BURNING)





- "Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!
 

Perbaikan dan maintenance Jalan di kebun sawit


Jalan merupakan sarana utama yang harus dimiliki perkebunan kelapa sawit. Peran dan fungsi utama jalan di perkebunan sawit adalah sebagai sarana transportasi untuk mempertinggi intensitas kontrol, pengangkutan dan komunikasi. Kurang baiknya kondisi jalan dan jembatan akan menurunkan mutu produksi dan peningkatan biaya perawatan alat-alat angkut, oleh karena itu perawatan jalan dan jembatan perlu dilakukan secara rutin.

Ada 5 faktor penyebab kerusakan jalan yaitu:
1. air
2. bahan organik
3. kurangnya cahaya matahari
4. sifat tanah (tekstur dan struktur)
5. beban angkutan (tonase) yang berlebihan




Tekstur tanah bermacam-macam


Untuk tekstur lempoung berpasir tekstur ini jika terkena hujan akan licin dan cepat mengering jika terkena sinar matahari sehingga membutuhkan waktu yang cepat untuk pengeringan. Tekstur tanah yang labil sehingga jika dilalui oleh kendaraan akan merusak jalan.

Pemeliharaan jalan di kebun kelapa sawit dilakukan dengan dua cara yaitu :

1. secara manual
Perbaikan secara manual dilakukan oleh tenaga kerja pria dengan membuang air dari lubang dan menimbunya kembali setelah lubang kering dan menunas daun kelapa sawit yang telah menutupi jalan yang sering disebut dengan istilah rempes.

2. mekanis.
Kerusakan dalam skala besar akan diperbaiki dengan Grader Catepillar seri 120 G dengan sistem Chamber agar air hujan tersebut mengalir ke parit.

Untuk menjaga agar jalan di perkebunan kelapa sawit tetap terjaga dalam kondisi aman maka berikut adalah strategi untuk memperbaiki jalan di perkebunan kelapa sawit :

1. Membuang semua air yang melewati badan jalan ke parit



Agar hal ini bisa tercapai maka jalan di perkebunan kelapa sawit harus di buat dalam bentuk chember dan jika sudah panjang maka di tegah jalan dapat dibuat polisi tidur atau parit kecil agar air di badan jalan cepat mengalir ke parit jalan.

2. Cross Drain (gorong -gorong)
Agar air yang berada di parit sebelah atas (arah tebing ) dapat menyeberangi jalan tanpa merusak jalan maka harus di pasang yang namanya cross drain (penyeberangan air) tujuannya agar air menyeberangi jalan tanpa merusak badan jalan. ada beberapa jenis cross drain di perkebunan sawit :

a. Jembatan betina
Dapat dibuat dari kayu atau beton dengan cara pemasangan hanya di badan jalan yang akan di lalui oleh ban kendaraan saja.

b. Gorong - gorong
Dapat dipasang sesuai dengan kebutuhan biasanya untuk jalan koleksi sebanyak 5 pcs sedangkan untuk jalan poros biasanya mencapai 10 s/d 12 pcs

c. Pipa paralon 14 inci
Dapat dipasang sebagai pengaanti gorong-gorong beton karena proses pemasangan mudah dan pengangkutan bahan juga lebih praktis bila dibandingkan dengan gorong -gorong beton
3. Parit dan Sodetan
Parit merupakan kunci agar jalan awet karena jika air mengalir lewatbadan jalan maka jalan akan cepat rusak.

Sedangkan sodetan adalah untuk membuang air di parit ke dalam kebun sawit agar volume air yang mengalir sepanjang parit tidak terlalau banyak. Jarak sodetan dapat disesuaikan dengan volume air yang mengalir biasanya jaraknya sekitar 50 meter.

4. Laterik dan sirtu

Untuk mengeraskan jalan maka dapat dilakukan penimbunan dengan laterik atau sirtu dengan ketebalan 10 s/d 20 cm.

5. Rempes jalan


Tujuannya agar cahaya matahari cepat sampai kepermukaan tanah sehingga jalan cepat kering setelah hujan datang dengan cara pruning pelepah sawit daerah tepi jalan.

Jaringan drainase harus dibangun selama tahap pembangunan kebun kelapa sawit ditanam. Pembuatan saluran drainase sebaiknya dimulai dari bawah atau dari hilir ke hulu, serta keadaan parit harus diatur sedemikian rupa sehingga semua air dar parit satu atau parit yang lain dapat mengalir kesungai dengan baik. Kecepatan airan air pada saluran drainase cukup baik jika salutan tersebut memiliki kemiringan 1 : 5000- 1 : 3000 dengan rotasi pekerjaan 6 bulan sekali. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan saluran drainase adalah :

- Semak-semak yang menutupi parit harus dibersihkan
- Tanah galian dibuang keatas dan disebar serata mungkin dan digunakan sebagai bahu badan jalan atau dalam area blok .
- Tanah yang ada dalam parit dinaikan keatas.
- Saluran drainase dan pinggiran sungai yang terbuka perlu diperkuat dengan jaringan-jaringan yang diisi dengan batu.
      Pemeliharaan jalan dilakukan secara manual tetapi diusahakan menggunakan alat grader dan compactor. Permukaan jalan diusahakan cembung sehingga pada saat hujan turun air tidak menggenang, pemeliharaan jalan dilakukan setiap enam bulan sekali, sementara parit drainase dibangun untuk mengeluarkan kelebihan air agar areal tanaman kelapa sawit tidak tergenang dengan cara mengangkat/ menggali tanah yang menutup parit. Pada areal TBM parit dibuat dengan lebar 1 m dengan kedalaman 1,5 meter. Pembuatan parit ini menggunakan tenaga borongan dengan target 100 m/hk.





A = DMJ (Daerah Milik Jalan)
B = Pinggir Jalan
C = Parit Jalan
D = Bahu Jalan
E = Badan Jalan

Klasifikasi Jalan Perkebunan
1. Jalan Koleksi (Collection Roads)
2. Jalan Produksi (Production Roads)
3. Jalan Poros (Main Roads)
4. Jalan Batas Luar Kebun/Boundary (Boundary Roads)
5. Jalan Countur

Area Rawa/Gambut









Teras kontur dibuat dengan Buldozer dengan lebar teras 4 m dengan kemiringan 10-15º. Pembuatan teras ini membutuhkan biaya yang besar, tetapi mempunyai keuntungan diantaranya konservasi tanah, konservasi air mencegah dan mengurangi erosi pupuk, memberikan kemudahan operasional dilapangan, meningkatkan hasil TBS dan brondolan dan mengurangi biaya perawatan jalan.

Konsep dasar perkerasan jalan :

1. Memiliki tebal total yang cukup
2. Mampu mencegah masuknya air , baik dari luar maupun dari dalam
3. memiliki permukaan yang rata, elevasi darin yang cukup, tidak licin, awet terhadap distorsi oleh lalu lintas dan cuaca.

Konsep dasar desain lapis perkerasan jalan :
a. memperbaiki / meningkatkan CBR dari subbase ataupun base course dengan bahan yang lebih baik
b. Mengimprove (memperbaiki mutu) lapis tanah dasar dengan cara :
stabilisasi kimia
stabilisasi mekanis
menimbun tanah dasar asli dengan bahan tanah timbunan yang lebih baik (CBR yang lebih tinggi)
c, Mempertebal lapisan sub base maupun base course
d. Dengan cara-cara antara lain dengan menambah lapisan penguat tipis anatara tanah dsar dengan lapis pondasi dengan menggunakan bahan-bahan geosintetik (geotextil, geogrid dll).

Test-test yang dilakukan antara lain :
1. test daya dukung
CBR/DCPT (Dynamic Cone Penetrometer Test)
Plate Loading Test
Triaxial
dan-lain-lain

2, Tes Kepadatan
San cone Methode
water ballon method
ultrasound methode

CBR (California Bearing Ratio) ialah suatu jenis test untuk mengukur daya dukung / kekuatan geser tanah atau bahan pondasi jalan. Mula-mula dikembangkan oleh California Division of Higways sekitar tahun 1930an .


Product soil stabilizer antara lain:
1. Geotextile atau geogrid system
2. Ecomix
3. Biofermazeem
4. Roads Packer
5. Ecobon
6. Matos

 
 "Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!
 

Tutorial MapInfo Profesional 9



MapInfo adalah software komputer (program) yang dirancang khusus untuk pemetaan. Dimana peta disimpan dalam bentuk digital sehingga mudah untuk diolah dan di perbanyak dengan skala yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Sumber data dalam MapInfo dapat bersumber dari :
a. GPS ( Global Position System )
b. Compass
Data MapInfo berupa data parsial dan data non parsial. Data Parsial berupa Peta yang berbentuk symbol garis , titik, dan area. Sedangkan data non parsial berupa keterangan/informasi yang terdapat/menyertai data parsial. Data non parsial dapat dioleh menjadi Data Base atau di export ke program Dbase. Sehingga setiap file mapinfo terdiri dari dua file yaitu :
a. File peta (Symbol) yang berinitial *.Tab.
Pada saat kita membuka file, maka yang kita cari adalah file yang berinitial
*.Tab ini.
b. File data yang berinitial *.Dat.
File ini tidak dapat dibuka di MapInfo secara sendiri. File ini akan
outomatis terbuka sendiri pada saat membuka file berinitial *.Tab.
Memulai program MapInfo
Untuk memulai program mapinfo ada dua cara yaitu :
- Dari Menu SortCut. Dari Icon SortCut Klik dua kali.
- Dari Start Menu . Klik Start Menu, Pilih ManInfo lalu klik satu kali
Setelah itu akan muncul kotak dialog Quick start, pada pilihan ini terdapat
4 pilihan alternatif yang dapat dipilih yaitu :
  •  Restore Previous Session : mapinfo menyimpan semua file, theme dan window yang masih terbuka saat pengguna keluar dari program aplikasi mapinfo
  • Open Last used workspace : membuka workspace yang terakhir dibuka
  • Open a Workspace : membuka workspace
  • Open a Table : membuka tabel tabel mapinfo
Untuk keluar dari menu Quick start pilih Cancel

Setelah program mapinfo dibuka untuk menjalankan perintah-perintah mapinfo diperlukan toolbar. Jika tampilan toolbar tidak tampil maka untuk memunculkannya dapat dilakukan dengan cara pilih menu Option\ Toolbar kemudian pada kotak dialog option pilih toolbar-toolbar yang akan dimunculkan dengan memberi tanda pada kotak show  dan floating kemudian pilih OK



Membuat Tabel baru
Untuk memulai proses pembuatan peta maka langkah pertama yang harus dilakukan, kita harus membuat tabel sebagai media gambar.Pembuatan tabel tersebut t dapat dilakukan dengan cara memilih toolbar
atau melalu menu File\ New Table setelah itu akan muncul kotak dialog New Table kemudian beri tanda (Check) Open New Maper.

Klik tombol Create. Muncul kotak dialog New Table Structure. Pilih Add Field kemudian pilih Created setelah itu save tabel tersebut dengan nama yang jelas. Untuk memulai proses drawing maka kita harus membuka file yang baru saja kita buat tadi dengan cara pilih menu File\ Open lalu pilih file yang baru saja kita buat tadi setelah itu pilih open. Langkah selanjutnya rubah posisi tabel menjadi Editable dengan cara pilih toolbar atau dapat melalui menu Map\ Layer kontrol setelah itu beri tanda pada gambar pena lalu pilih OK



4.32 Merubah tulisan / edit tulisan
- Klik dua kali (double klik) obyek yang akan diedit. Muncul kotak dialog text object
- Ketik ulang tulisan yang akan diedit pada kolom text.
- Untuk memberikan spasi pada text yang panjang pada kotak Line Spacing pilih jenis spasi yang akan dipakai
- Kemudian untuk perataan teks, pilih jenis perataan yang digunakan pada kotak Justification
- Untuk memberikan effect garis tunjuk pada text yang diedit pilih jenis garis yang akan digunakan
- Untuk rotasi text ketikkan sudut putar text pada kotak
Rotation Ange
- Klik Oke

  "Hendaknya kesibukan kita lebih berfokus pada penyempurnaan penunaian kewajiban-kewajiban kita kepada Tuhan, sebab Dia, Tuhan yang sekaligus Pemberi Rejeki pasti akan membalas penunaian kewajiban tersebut dengan anugrah-Nya yang akan mencukupi kebutuhan kita." my fav words!
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. antoncabon - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger